bear
Artikel / Waspada Obesitas pada Anak
Waspada Obesitas pada Anak
obj
cloud
cloud
cloud
Waspada Obesitas pada Anak

Moms, sering menjumpai si Kecil yang terlihat gemuk, pipi tembam, dagu rangkap, perut membuncit dan berlipat? seringkali membuat Moms senang dan bahagia karena dirasa tidak mengalami kesulitan makan dan mendapatkan gizi yang cukup. Padahal, hal ini perlu diwaspadai apalagi ketika anak sudah mengalami ciri-ciri yang mengganggu, seperti tidurnya tidak nyenyak, seringkali mengorok, konsentrasi menurun, dan lainnya. Hal ini merupakan gejala si Kecil mengalami obesitas yang justru berbahaya. Menurut data World Health Organization (WHO), diperkirakan 124 juta anak menderita obesitas di seluruh dunia. Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, 3,5% balita obesitas.Obesitas ini merupakan salah satu masalah malnutrisi yang dapat terjadi pada anak. Meskipun sering dianggap tidak seserius stunting, obesitas pada anak perlu diwaspadai mengingat seriusnya dampak pada kesehatan anak di masa depannya. 

Obesitas ini akan membuat anak lebih mudah untuk terkena penyakit tidak menular, seperti tekanan darah tinggi, perlemakan hati, gejala sesak, dan juga diabetes. Ternyata, di Indonesia, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat pada tahun 2023, di mana 70% penyebabnya adalah karena obesitas.  

Tentu Moms tidak mau masalah ini terjadi pada anaknya. Karena itu, Moms perlu fokus pada perkembangan anak dan memperhatikan kurva pertumbuhannya. Perlu Moms ketahui, kurva anak yang melebihi indeks seharusnya, tidak berarti kondisinya ‘sangat sehat’, melainkan hal ini bisa menjadi ‘alarm’ yang perlu diberikan perhatian lebih lanjut. Mengingat obesitas sangat sulit untuk diatasi, pencegahan merupakan prioritas yang harus dilakukan.

Pencegahan Obesitas pada Anak

Pencegahan obesitas pada anak dapat dimulai dari memperhatikan asupan makanan pendamping ASI (MPASI). Hal ini karena pada masa awal pertumbuhan, anak akan mulai membentuk selera makan, preferensi makanan, dan metabolisme. MPASI yang diberikan harus terjadwal (3x/hari dan camilan 2x/hari), kandungan MPASI yang diberikan juga harus seimbang sehingga asupan kalori anak juga tidak berlebihan. Moms bisa memberikan diet seimbang dengan komposisi karbohidrat 50-60%, lemak 30%, dan protein cukup untuk tumbuh kembang normal (15-20%). Bentuk dan jenis makanan harus dapat diterima anak, serta tidak dipaksa mengonsumsi makanan yang tidak disukai.  

MPASI yang Moms berikan juga harus tinggi zat besi karena zat besi berperan penting dalam mengatur keseimbangan metabolisme dan energi anak. Keseimbangan metabolisme yang baik ini membuat berat badan anak bisa terkontrol dengan lebih efektif. Zat besi juga berperan dalam pencegahan anemia yang bisa mempengaruhi energi dan aktivitas fisik anak. Ketika anak terkena anemia, kondisi lemas kerap dialami yang membuatkan dirinya tidak bisa beraktivitas fisik dengan leluasa. Dengan memperhatikan kadar zat besi pada anak, maka anak akan cenderung lebih aktif dan sehat.

Selain itu, Moms harus perhatikan hal - hal yang harus dihindari selama pemberian makan anak. Seringkali kita temukan pemberian MPASI yang tidak sesuai dengan tahapan usia anak. Hal ini termasuk memberikan makanan padat sebelum usia yang disarankan, kurangnya asupan protein, penundaan pengenalan makanan bertekstur, pengenalan makanan berpotensi alergi terlalu lambat, serta ketidakseimbangan asupan makronutrien dan mikronutrien. 

Tahukah Moms, menurut penelitian, anak yang diberikan makanan yang tidak sesuai pada usianya lebih beresiko untuk terkena obesitas karena adanya kelebihan atau ketidakseimbangan asupan energi. Pemberian makanan dewasa yang tidak cocok untuk anak juga menjadi salah satu contoh MPASI yang tidak tepat dan paling sering ditemukan. Misalnya, ketika ada Moms yang memberikan camilan yang bukan khusus bayi atau snack untuk orang dewasa kepada anaknya. Camilan orang dewasa tidak seharusnya dikonsumsi oleh anak. Hal ini karena kandungan zat gizinya yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan. 

Selain camilan, pemberian susu atau jus kemasan juga perlu Moms perhatikan. Minuman kemasan umumnya mengandung bahan tambahan seperti gula dan pengawet yang tidak cocok untuk anak. Perlu diwaspadai ya Moms, bahan-bahan tersebut bisa membuat kekebalan tubuh anak menurun dan meningkatkan resiko terkena obesitas saat beranjak dewasa.

MPASI Fortifikasi Sebagai Alternatif Pencegahan Obesitas

Tidak perlu khawatir, Moms bisa jadikan MPASI Fortifikasi sebagai alternatif yang bisa membantu memastikan kecukupan asupan gizi pada anak. Hal ini karena, MPASI fortifikasi yang sudah lulus BPOM, dipastikan mengandung penambahan gizi yang sesuai dengan setiap pertumbuhan anak. Tentu tidak asing bagi Moms menemukan produk MPASI fortifikasi yang dilengkapi dengan label ‘rekomendasi usia’, baik itu untuk usia 6+ bulan, 8+ bulan, 12+ bulan, dan lainnya. Hal ini memberikan solusi praktis bagi Moms untuk memberikan MPASI yang sesuai kebutuhan usia si Kecil.

Penambahan gizi pada MPASI fortifikasi tidak hanya mengandung makronutrien, melainkan dilengkapi juga dengan mikronutrien yang penting untuk anak, salah satunya yaitu zat besi. 

MPASI fortifikasi yang sudah berstandar BPOM juga dipastikan aman ya Moms. Kadar gula dan garam pada MPASI fortifikasi sudah sesuai standar yang sangat ketat dan terjamin tidak akan berlebihan untuk si Kecil. Moms juga tidak perlu khawatir terkait kandungannya karena MPASI fortifikasi yang sudah BPOM dipastikan tidak mengandung bahan berbahaya seperti pengawet dan pewarna buatan. 

Setiap Mom tentu ingin yang terbaik untuk buah hatinya. Fokus pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik dan jangan ragu untuk memilih MPASI fortifikasi sebagai alternatif pilihan Moms dalam menemani perjalanan MPASI anak. 


Referensi:

  • World Health Organization. (2024). Obesity and overweight.
  • Thompson, A. L., & Bentley, M. E. (2013). The critical period of infant feeding for the development of early disparities in obesity. Social science & medicine (1982), 97, 288–296. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2012.12.007
  • Putri, L.M. (2023) ‘Ketua IDAI ungkap adanya tren diabetes tipe 2 pada anak dan remaja’, Antara. Edited by S. Zulaikha, Tersedia di: https://www.antaranews.com/berita/3423618/ketua-idai-ungkap-adanya-tren-diabetes-tipe-2-pada-anak-dan-remaja. 
  • Hidayati, F. (2023) ‘Informasi Penting tentang Pemberian MPASI pada Bayi’, Alodokter, Tersedia di: https://www.alodokter.com/informasi-penting-tentang-pemberian-mpasi-pada-bayi
  • Febry A. B. (2019). ‘Makanan Sehat Bergizi Seimbang, Cegah Obesitas dan Stunting Pada Anak’, Tersedia di: https://rsjlawang.com/news/detail/294/makanan-sehat-bergizi-seimbang-cegah-obesitas-dan-stunting-pada-anak
Bagikan :
bear
obj
wave
wave
Jelajahi Lebih Lanjut
obj
obj
cloud
cloud
cloud