





Anemia pada si Kecil menjadi masalah yang perlu diberi perhatian khusus oleh Moms. Tentunya istilah anemia sudah tidak asing lagi bagi Moms yang memiliki anak balita. Seringkali anemia dikaitkan dengan kecukupan asupan gizi si Kecil dalam masa tumbuh kembangnya. Dampak dari anemia yang bisa mengganggu tumbuh kembang si Kecil membuat masalah ini tidak boleh dipandang sebelah mata oleh Moms.
Sesuai yang Moms ketahui, anemia sering diartikan sebagai kondisi kurang darah pada tubuh. Penyebab anemia yang banyak terjadi pada anak-anak disebut sebagai anemia defisiensi besi (ADB). ADB ini merupakan kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) rendah akibat adanya kekurangan zat besi di dalam tubuh. Ternyata di Indonesia, sekitar 47,4% bayi usia 0 hingga 12 bulan mengalami ADB.
Penyebab Anemia Defisiensi Besi
ADB tidak terjadi secara tiba - tiba, namun melalui 2 tahapan sebelumnya yaitu ketika si Kecil mengalami deplesi besi, yaitu kondisi di mana cadangan zat besi berkurang, tetapi dengan kadar Hb yang masih normal. Ketika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka si Kecil akan mengalami penurunan Hb hingga jatuh ke dalam kondisi defisiensi besi.
Jika defisiensi besi pada si Kecil juga tidak segera ditangani oleh Moms, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi anemia defisiensi besi (ADB).
Bahaya ADB pada si Kecil
Moms pastinya ingin si Kecil tumbuh dan berkembang dengan sehat. Perlu diwaspadai ya Moms, ADB pada si Kecil memiliki dampak jangka panjang yang sangat berbahaya untuk tumbuh kembangnya. ADB bisa menyebabkan gangguan perkembangan psikomotor dan fungsi kognitif si Kecil, khususnya pada kemampuan fokus dan daya ingatnya. Ketika ini terjadi, si Kecil akan kesulitan dalam berkonsentrasi yang mana akan berdampak pada prestasi belajarnya di masa depan. Mereka bisa mengalami ketertinggalan dalam pembelajaran anak seusianya.
Selain itu, stunting dan wasting menjadi sangat rentan pada si Kecil dengan kondisi ADB sehingga akan berpengaruh pada terhambatnya tumbuh kembang si Kecil. Seperti yang Moms ketahui, si Kecil dengan kondisi anemia seringkali menjadi lemas, lesu, dan nafsu makannya berkurang. Kurangnya zat besi dalam tubuh membuat si Kecil menjadi rentan terkena infeksi karena penurunan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, kekurangan zat besi ini bisa menyebabkan gangguan dalam pertumbuhan organ mereka akibat masuknya oksigen ke jaringan tubuh yang berkurang.
Pencegahan ABD
Tidak perlu khawatir Moms, ADB dapat dicegah dengan memperhatikan asupan gizi yang masuk pada si Kecil, terutama asupan zat besinya. Beberapa langkah pencegahan ADB yang dapat dilakukan oleh Moms, salah satunya, yaitu memberikan makanan yang kaya akan zat besi pada si Kecil. Memenuhi kebutuhan zat besi si Kecil menjadi kunci dari pencegahan ADB. Berilah mereka makanan seperti daging merah, hati, ikan, sayur bayam, dan lainnya yang memiliki kandungan zat besi tinggi.
Di samping itu, Moms juga bisa memberikan makanan tinggi vitamin C pada si Kecil, seperti brokoli, pepaya, stroberi, dan lainnya. Tahukah Moms, vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih cepat. Perpaduan menu makanan tinggi zat besi dan vitamin C bisa menjadi pilihan Moms untuk melindungi si Kecil dari ADB.
Lalu, hindari memberikan makanan penghambat penyerapan zat besi seperti susu dan teh pada saat jam makan utama. Susu memiliki kandungan kalsium yang tinggi yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Teh mengandung fitat yang juga dapat menghambat penyerapan besi. Moms boleh memberikan susu, namun pastikan pemberian susu pada si Kecil di luar waktu makan utama ya Moms.
Sekiranya Moms kesulitan dalam memastikan kecukupan asupan zat besi si Kecil, Moms bisa menjadikan MPASI Fortifikasi sebagai pilihan alternatif dalam mencegah ADB. MPASI Fortifikasi memiliki kandungan gizi yang sudah terukur dengan tepat sehingga bisa menjadi alternatif asupan si Kecil.
MPASI Fortifikasi Sebagai Pelengkap Kebutuhan Zat Besi Si Kecil
Tidak jarang Moms yang merasa kesulitan dalam menakar kandungan zat besi dari setiap suapan yang diberikan. Untuk mengatasi hal tersebut, Moms tidak perlu khawatir, MPASI Fortifikasi bisa menjadi pilihan Moms dalam melengkapi kebutuhan zat besi si Kecil. Hal ini karena MPASI Fortifikasi telah diperkaya zat besi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan harian mereka. MPASI Fortifikasi juga mengandung zat besi dengan penyerapan yang tinggi, sehingga Moms tidak perlu lagi merasa kesulitan dalam menakar porsi untuk setiap menu yang diberikan.
Bagaimana dengan keamanannya? Tidak perlu khawatir, MPASI Fortifikasi sudah dipastikan aman dan bergizi karena mengikuti standar BPOM. BPOM memiliki standar yang ketat untuk pembuatan MPASI Fortifikasi, yaitu tidak mengandung pengawet dan MSG atau bahan-bahan berbahaya lainnya, tidak mengandung gula dan garam yang tinggi, memiliki gizi yang lengkap, tekstur yang disesuaikan dengan usia bayi, dan menggunakan bahan asli yang berkualitas.
Selain itu, tahukah Moms, berdasarkan penelitian, bayi yang mengkonsumsi MPASI rumahan atau homemade mempunyai kadar Hb dan zat besi yang lebih rendah dibandingkan bayi yang mengkonsumsi MPASI Fortifikasi. Hal ini terjadi karena beberapa Moms mengalami kesulitan dalam menyesuaikan porsi dan kebutuhan zat besi si Kecil dalam menu MPASI homemade-nya. Berdasarkan hasil penelitian juga, pemberian MPASI Fortifikasi terbukti dapat mengurangi risiko anemia pada si Kecil sebesar 43%.
Jadi, Moms tidak perlu ragu lagi untuk memberikan MPASI Fortifikasi pada si Kecil. Moms bisa pilih MPASI Fortifikasi seperti Promina yang sudah banyak dipercaya oleh Moms di Indonesia, dengan berbagai varian rasa yang disukai si Kecil, serta sudah terdaftar BPOM sebagai Makanan Pendamping ASI.
Promina Bubur Bayi telah diformulasikan khusus untuk bayi sesuai tahapan usianya, mulai dari 6+ bulan dan 8+ bulan, di mana nutrisi dan teksturnya sudah disesuaikan sesuai kemampuan dan kebutuhan hariannya. Ditambah lagi, Promina Bubur Bayi ini mengandung tinggi zat besi yang bisa membantu mencegah Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada si Kecil.
Selain makanan utama, cemilan dari Promina juga sudah mengandung zat besi yang tinggi loh, contohnya Promina Rice Crackers.
REFERENSI:








