Picky Eater


Moms, pernah mengalami kendala Si Kecil yang suka susah dikasih makan atau pilih – pilih makanan? Hal ini jangan dianggap remeh ya Moms karena pilih – pilih makanan (picky eater) adalah salah satu kendala perilaku sulit makan yang terjadi pada aktivitas makan Si Kecil dan harus diketahui penyebabnya. Salah satu penyebab picky eater adalah kurangnya pengenalan anak terhadap aneka rasa, tekstur, warna dan aroma makanan. Picky eater dapat terjadi bila orang tua keliru mengenai makanan yang disukai dan tak disukai Si Kecil, kemudian hanya memberikan makanan yang disukai Si Kecil secara terus menerus. Akibatnya, si Kecil tidak memiliki kesempatan untuk mencoba makanan baru.


Setelah usai masa ASI ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, Si Kecil telah siap menikmati petualangan rasa yang sebenarnya. Bila selama di kandungan, Si Kecil mengenal 4 dasar rasa yaitu manis, asin, pahit dan asam melalui air ketuban, dan melalui ASI selama masa ASI eksklusif. Kini Si Kecil harus diperkenalkan dengan rasa dalam arti yang sebenarnya ya Moms melalui makanan yang ia cicipi lewat mulutnya. Inilah saatnya si kecil memulai petualangan rasa dari berbagai makanan. Tentu saja dimulai bertahap dari 1 – 2 rasa makanan ya Moms.  


Selain rasa, Si Kecil juga perlu dikenalkan dengan tekstur yang sesuai dengan tahapan usianya ya Moms. Jadi mulailah pemberian MPASI dengan tekstur lembut sebagai perkenalan makanan padat. Kemudian menginjak usia 8 bulan, berikan makanan dengan tekstur agak kasar untuk latihan menggigit dan mengunyah. Nah ketika Si Kecil sudah berusia 1 tahun, Moms perlu mengenalkan makanan dengan tekstur peralihan ke makanan keluarga yang dihaluskan atau dicincang supaya Si Kecil lebih mudah beradaptasi dengan makanan keluarga.


Pengenalan aneka rasa dan tekstur makanan sejak dini bertujuan untuk melatih indera perasa anak dalam mengenali rasa dan tekstur dan membentuk preferensi terhadap aneka ragam makanan. Jika pengenalan rasa dan tekstur makanan ini terlambat, akan membutuhkan usaha yang lebih bagi orang tua untuk mengenalkan nantinya. Bahkan dapat mengakibatkan kesulitan makan, yang tentu saja akan berdampak terhadap asupan nutrisinya, yang pada akhirnya memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil. Meski tahap pengenalan ini cukup menantang, pastikan Moms tetap konsisten dan tidak mudah menyerah dalam mencoba agar Si Kecil memiliki perilaku makan yang baik. Yang perlu Moms ingat adalah Si Kecil pada umumnya baru dapat menerima dan menikmati jenis makanan baru yang diperkenalkan kepadanya setelah 10 - 15 kali pemberian. Itu sebabnya, orang tua perlu ekstra sabar dan kreatif ya dalam memperkenalkan makanan baru kepada Si Kecil.


Karenanya, Yuk terus berikan rasa dan tekstur makanan yang beragam untuk Si Kecil. Selamat mendampingi petualangan rasa dan tekstur makan si Kecil ya Moms.